Adalah Kaka’ Malik, seorang Guitaris ternama dari kota Luwuk, tak ada yang meragukan kehebatannya dalam mengolah biji2an menjadi bumbu dapur, loh kok?? Maksudnya, tak ada yang meragukan ke lentikan jarinya memainkan melodi-melodi syahdu di fret2 guitar. Sudah pasti kita akan terhypnotis mendengarnya, yang kadang suka di manfaatkan oleh Hendro yang suka nyambi sebagai tukang Gendam untuk menjalankan operasinya, irama2 pengiris sukma seperti permainan Guitar Joe Satriani, Yngwie Malmstein, Nuno Bettencourt, Icuk Sugiarto dan Liem Swie King pun dengan sukses di ejahwantahkannya dalam permainan Guitarnya yang yahui ituh.
Suatu ketika, dia mengikuti lomba Pestipal Musik ORGANDA (ORganisasi GAdis daN janDa dAerah) di Beteleme, sebelah Utara Israel, tempat Osama Bin Laden di lahirkan.
Bersama rekan2nya seperi Ibims : Bass, Manager, Suwardi : uKulele, Tono: Drum, Hendro Vocal dan Biola, band mereka The HUANGANGO sukses masuk babak Final dan bakalan bertemu dengan Band EMOdut KOPLO dari PANTURA dengan Nama Band OM.PRAHARA PERTIGAAN, terdiri dari bang Mhan: Guitar vocal, Sakril: Suling rebana, Amran: Rebana dan Gendang serta drum, Bang Oninanikeke: Organ (tunggal).
Yang tampil perdana adalah Band EMOdut pimpinan Bang Mhan, membawakan 2 lagu, 1 lagu gubahan sendiri dan satu lagi lagu terbaru dari Neneng Anjarwati “ya iya deh..masa’ ya iya toh..” yang di bawakan dengan penuh powerfull oleh bang Mhan dengan suara ke-EMO2annya itu, permainan giutarnya pun tak kalah menyihir, apllause dan teriakan hysteria dari penonton membahana se antero Aula Kecamatan, takkala bang Mhan memainkan Guitarnya menggunakan bulu matanya, Bang Sakril main Suling sambil kayang dan bang Oni main Organ sambil Onan..oups!!.
Dan inilah saat yang di nantikan,
The HUANGANGO’s pun naik, tak ada suara yang terdengar, AURA orang sakti sontak meyebar kemana2, suara berbisik2 pun mulai terdengar di mana2, ternyata mereka sedang menggunjingkan Tatoo MOTRAL KOMBAT milik Hendro yang belon selesai di tatoo di pundaknya, iya, hendro naik ke panggung tak memakai baju, hanya pakai sarung doang dan jenggel boots. Tatoonya pun terlihat seperti Kunyit yang tergilas angkot.
Lagu pertama dari DRAGON FORCE yang berjudul “drunk of gambling” membuat seantero Aula kelurahan menjadi Moshpit, dan headbang area, bahkan pak lurah terpaksa di gotong ke luar oleh Hansip pribadinya karna tiba2 tak sadarkan diri, tak sanggup menahan aroma ketiak para hadirat yang sudah menjadi gila, termakan raungan distorsi guitar akang MALIK.
Dan Lagu kedua, di awali dengan permainan suara ala Mariah Carey, hendro pun mengawali lagu dengan mulus, tapi tiba2,
pTess!!! Snar ke 1 gitar Malik putus,
selang berapa lama kemudian,
pTess!!!! Snar ke 2 pun ikutan putus,
tak lama kemudian,
cTakkhh!! Snar ke 6 pun putus
owhh, tak mungkin,
cleTheggdungcezz!!! Snar ke 5 dan 4 pun joinan.
Dan hanya tersisa Snar ke 3 untuk di mainkan
Owh my goshh…
Kaget, malik pun melihat sekitar, kalo2 ada guitar cadangan, ternyata tak ada, untung senar putus itu tak mengenai matanya, hampir saja dia menjadi buta, seperti ….
Anggota Bandnya yang lain, sontak kaget, dan saling menatap dengan pandangan binal, Tapi Malik, hanya diam, menutup mata, dan saudara2, dengan kepercayaan diri tinggi malik tetep memainkan Melodi di Lagu itu yang susah minta ampun, seisi ruangan terdiam, mendengar dengan mata tertutup terhadap permaian melodi 1 senar itu, juri pun bangkit dari tempat duduknya,
Suasana menjadi hening,
Sungguh suatu permainan melodi yang,
NGACO!!, sangat ABSURD, sangat MEMAKSA, merusak irama permainan dan sangat HANCUR!!!
Treakan koor “bOOO”, “you SUCK!!!!”, “gate jO!!!”, AKAL JOOO!!”, “situ OMA IRAMA” serta lemparan, spatu, sendal, botol akua, sabun, dan ulekan tumbu2 rica sukses nyangkut di rambut Malik yang ikal apatis itu.
“dasar TOLOL, T-O-T-O-L!!! Maksa’ banget seeeh…” teriak Tono sang Drumer sambil mecoba menyerang Malik dengan snar shet Drumnya, tapi untung dah keburu di tahan sama Ino, dan aa’ Suardi yang bertenaga pittbull, dan berhasil di tahan lagi oleh Sekuriti ketika mencoba kembali menyerang Malik dengan Bass Floor Drumnya, dia hanya berhasil meludah ke arah Malik dari antara sela2 gigi depannya sesaat sebelum di setrum oleh pihak keamanan dan di seret keluar ruangan.
Tono emang sangat berharap bisa Juara, kali ajah bisa ada kesempatan jadi artis sinetron, dia OBSESI bintang sinetron dan Televisi, tapi dia sukses masuk tipi juga gara2 kejadian ini, tapi sayangnya acara Buser, itupun dalam kondisi pingsan dan wajahnya di blur, ampai saat ini dia masih meyakinkan pihak keluarga dan teman2 dekatnya kalo dialah orang di tipi yang di seret dan di lempar ke dalam ambulas itu.
Kembali ke acara pestipal band,
Malik gagal menjadi The Best Guitar, the Best Guitar jatuh ke Bang Mhan dari Band EMOdut KOPLO OM.PRAHARA PERTIGAAN.
Okeh, tapi, apa pesan tak nampak dari cerita absurd diatas???
pesannya adalah, hidup bagaikan senar yang putus, di penuhi persoalan, ke khawatiran, kekecewaan dan kegagalan.
dan kita sering kali menghabiskan waktu memikirkan senar yang putus itu.
apakah anda masih memikirkan “senar2 yang putus” dalam hidup anda?
apakah senar terakhir nadanya tidak merdu lagi?
JANGANLAH MELIHAT KEBELAKANG, MAJULAH TERUS, MAINKAN SENAR SATU-SATUNYA TADI, MAINKANLAH SENAR TERAKHIR TADI DENGAN SE “MERDU” MUNGKIN…
hyu’ mari..

0 Responses to “Senar Yang Putus..”
Leave a Reply